Kementerian Pertanian RI
Jl. Harsono RM. No. 3, Gedung D
Lantai 3 Ragunan Jakarta 12550
Indonesia
Keterlibatan generasi muda dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan ketahanan pangan nasional. Melalui Program YESS, Kementerian Pertanian berkomitmen mencetak petani milenial yang profesional, mandiri, dan berdaya saing sebagai upaya percepatan regenerasi petani di berbagai daerah.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa partisipasi petani muda menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, generasi muda di sektor pertanian diharapkan mampu menjadi teladan bagi petani lainnya. Pernyataan ini menyoroti betapa pentingnya peran kaum muda dalam mendorong proses regenerasi petani di berbagai wilayah.
Di sisi lain, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, juga menyampaikan bahwa Program YESS merupakan wujud nyata komitmen Kementerian Pertanian dalam mendukung regenerasi petani.
Program ini bertujuan melahirkan petani milenial yang profesional, mandiri, dan mampu bersaing. Melalui peningkatan kapasitas generasi muda lewat pelatihan serta penguatan akses ke berbagai sumber daya seperti permodalan dan pasar, Kementan berupaya mempercepat proses regenerasi petani. Arsanti menekankan bahwa kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan dan kesinambungan program ini.
Pasuruan (05/05/2025) – Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong regenerasi petani muda di Kabupaten Pasuruan. Dalam audiensi yang digelar bersama Bupati Pasuruan (H.M. Rusdi Sutejo), Program YESS melaporkan capaian program sekaligus membahas persiapan exit strategi menuju keberlanjutan program di tingkat daerah.
Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang (Dr. Setya Budhi Udrayana, S.Pt., M.Si) menyampaikan bahwa Program YESS merupakan inisiatif pengembangan kewirausahaan dan ketenagakerjaan pemuda di sektor pertanian yang telah berjalan sejak tahun 2019. Di Kabupaten Pasuruan, intervensi program telah berlangsung sejak tahun 2020, menyasar petani muda melalui berbagai kegiatan pelatihan, fasilitasi sarana prasarana Business Development Services Provider (BDSP), pemagangan, hingga penyaluran hibah kompetitif.
“Total intervensi yang telah digelontorkan di Kabupaten Pasuruan mencapai kurang lebih 19 miliar rupiah. Saat ini, Program YESS tengah memasuki fase pengakhiran project, dan kami bersama Dinas Pertanian serta BAPPEDA telah mengakomodir agenda regenerasi pertanian ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” ujar Uud sapaan Direktur Polbangtan Malang.
Bupati Kabupaten Pasuruan dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Program YESS, Polbangtan Malang, serta Kementerian Pertanian yang telah berperan aktif dalam upaya regenerasi petani muda di daerahnya.
“Kami berterima kasih atas intervensi yang telah dilakukan Program YESS. Dengan banyaknya penerima manfaat yang telah dibina, kami berharap dapat memperoleh data penerima manfaat yang potensial. Ini penting agar Pemerintah Daerah dapat melanjutkan pembinaan kepada petani muda yang berpotensi,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Daerah untuk terus mendampingi para petani muda meskipun tidak dapat memberikan intervensi sebesar yang dilakukan Program YESS. Ke depan, PM (Penerima Manfaat) potensial akan mendapatkan perhatian khusus, dengan diagendakannya pertemuan rutin untuk memonitor perkembangan usaha mereka dan mendiskusikan skema intervensi yang tepat.
Sebagai tindak lanjut dari audiensi ini, disepakati beberapa langkah konkret:
Identifikasi penerima manfaat potensial akan dilakukan secara detail by name by address, sehingga memudahkan proses intervensi lanjutan oleh Pemda. Akan diagendakan pertemuan khusus antara pemerintah daerah dan PM potensial untuk memantau progres usaha sekaligus menjajaki kemungkinan alokasi dukungan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). Melalui BAPPEDA dan Dinas Pertanian, pertemuan bersama para penerima manfaat juga akan digelar untuk mengidentifikasi faktor-faktor keberhasilan mereka, sehingga dapat menjadi pembelajaran dan model bagi pengembangan petani muda lainnya.
Dengan komitmen ini, diharapkan proses exit strategy Program YESS di Kabupaten Pasuruan berjalan mulus, sekaligus memastikan keberlanjutan dukungan bagi petani muda di masa mendatang.