News, Secarik Catatan Perjalanan : Menyusun Impian Diantara Pedasnya Kehidupan, Magang Bersertifikat,petanimillenial,petanisukabumi,gesi
Berita

Secarik Catatan Perjalanan : Menyusun Impian Diantara Pedasnya Kehidupan

YESS programme  hadir menyasar anak-anak muda agar  berkiprah di dunia pertanian dengan berbagai program peningkatan kapasitas mulai dari pelatihan, permagangan, akses permodalan hingga peningkatan skala usaha melalui clustering.

  • Nurlaily
  •   Rabu, 9 November 2022 10:42 WIB
  •   806

Tertegun melihat sosok pemuda yang dengan  sabar menyusun butir demi butir cabe rawit di atas alas untuk di timbang.  Setelah mencukupi berat yang ditentukan ia pun membungkus dengan rapi untuk dikirim  ke pembeli besar (off taker)  atau  didistribusikan ke beberapa super market yang ada di kota-kota besar.

Ya, pemuda itu bernama Fuji, seorang pemuda luar biasa berusia 19 tahun yang tengah mengikuti kegiatan magang di program Youth Enterpreneurship And Employment Support Services (YESS) besutan  Kementerian Pertanian (Kementan) serta International Fund for Agricultural Development (IFAD). YESS programme  sendiri hadir untuk menyasar anak-anak muda agar  berkiprah di dunia pertanian dengan berbagai program peningkatan kapasitas mulai dari pelatihan, permagangan, akses permodalan hingga peningkatan skala usaha melalui clustering.

Fuji, adalah salah satu dari sekian juta orang di Indonesia yang lahir dengan keistimewaan yang seringkali dipandang sebelah mata. Sebagai penyandang disabilitas fisik kehadiran Fuji kadang tidak diinginkan, dianggap beban dan tidak diberikan kesempatan untuk membuktikan kemampuan dan potenai yang ada pada dirinya. Fuji menyadari hal itu, bercerita dengan sedikit terbata-bata pada awalnya dan penuh optimisme di akhir percakapan merupakan pengalaman tersendiri bagi saya.

Ia pun menceritakan kesehariannya sebelum mengikuti magang bersertifikat program YESS.  Berdagang di pasar pun ia jalani bersama dengan saudaranya. Jarak tempuh tempat tinggal dan dengan pasar yang cukup jauh pun harus ia lalui. Terkadang ia pun harus bermalam dipasar untuk sekedar beristirahat. Kehidupannya mulai berubah saat dirinya diinformasikan program YESS oleh salah seorang fasilitator muda.  

Rasa ragu dan bimbang pun bergejolak dihati puji Fuji. Hingga ia memberanikan diri untuk mendaftar mencadi calon penerima manfaat program YESS.  Saat ditanya bagaimana perasaannya selama mengikuti kegiatan pemagangan, matanya nampak bersinar. “Saya senang sekali”. Ia mengaku kegiatan magang ini benar-benar membuka hati dan pikirannya. Kekuatiran tentang tidak diterima oleh lingkungan, tidak dapat mengikuti kegiatan, mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan, benar-benar tidak pernah didapatkan. Fuji merasa bahwa kegiatan ini adalah bagian yang terbaik dari hidupnya, “Saya ingin bertani bersama ayah saya, dan saya yakin sekarang saya bias lakukan itu”, ungkap Fuji seraya menatap  optimis masa depannya.

Lantas siapakah pemilik tempat magang yang membuka kesempatan bagi Fuji? Adalah  Iqbal Habibi, petani millenial yang telah terpilih menjadi salah satu Young Ambassador YESS program.

Memiliki belakang pendidikan formal Agribisnis, lulusan Universitas Juanda Bogor tahun 2015 ini benar-benar ingin mempraktekan ilmunya dan membangun desa dimana dia tinggal bersama keluarga kecilnya.  Tingal di desa Margaluyu kecamatan  Sukaraja kabupaten Sukabumi, ia sangat ingin membangun kampung terakhir di kaki gunung sebelum hutan menjadi kampung yang makmur.

Bersama 20 orang anak muda lainya  Iqbal  pun mendirikan Koperasi dengan harapan semua pemuda yang tergabung dalam koperasi mendapatkan manfaat baik secara materi maupun non-material seperti ilmu, pengalaman dan jaringan. Adalah Iqbal Habibi, pemuda asal Sukabumi yang memulai bisnis pertanian  

“Juni 2021 saya dan rekan-rekan mencoba membentuk kelembagaan yang berfokus pada pemasaran dan kemitraan pertanian yaitu koperasi pertanian dengan nama Koperasi Tani Mandiri Sejahtera Sukabumi. 

Mengusung visi Koperasi Bersama Petani, kami berupaya membentuk  wadah bagi para petani dalam memasarkan hasil pertanian para petani untuk meningkatkan kesejahteraan petani, karena salah satu masalah di dunia pertanian adalah pemasaran dan harga jual,  dimana banyak petani menjual hasil tani dengan harga yang tidak layak karena ketidak fahaman petani terhadap akses pasar. 

Sampai saat ini kita sudah memiliki beberapa mitra pasar yaitu, Paskomnas, Edenfarm, Indofood, Segari, D’Top, Restoran Alam Sunda serta pasar lokal atau pasar tradisional”, rinci Iqbal.

Usaha Iqbal tak sia-sia, hingga saat ini sudah banyak petani yang menjadi mitra koperasi untuk memasarkan hasil pertanianya, dengan pola pendampingan dan sistem kepercayaan petani yang kita buat agar petani merasa nyaman dan aman ketika memasarkan hasil pertaninya melalui koperasi. 

Ketika ditanya bentuk pemberdayaan dan upaya resonansi yang ia lakukan, Iqbal mengatakan selain aktif menjadi pengusaha pertanian, dirinya adalah ketua Himpunan Petani Muda Sukabumi. 

Organisasi tersebut merupakan wadah bagi para pemuda pelaku usahatani, untuk berbagi, saling memotivasi dan sama-sama belajar demi memajukan pertanian.

“Sebagai seorang pemuda saya selalu haus akan ilmu untuk terus belajar meningkatkan kapasitas dan kapabilitas saya pada dunia pertanian, kemudian saya akan menyebarkan virus semangat bertani kepada para pemuda terutama pemuda desa, agar mereka mau dan ingin tetap tinggal didesa dan menjadi petani. Perlahan saya berupaya  merubah mindset para pemuda terhadap dunia pertanian yang mungkin selalu dianggap ketinggalan jaman melalui sharing atau diskusi dan berbagi pengalaman selama saya menjalankan usaha pertanian, mengarahkan para petani muda agar mau terlibat aktif pada kelembagaan pertanian seperti kelompok tani, agar menjadikan poktan sebagai wadah silaturahmi, belajar dan berdiskusi mengenai budidaya pertanian yang baik, pemasaran hingga pengolahan pasca panen, guna meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan”, ujarnya.

Ditemui disela-sela aktifitasnya menjadi mentor magang, Iqbal mengatakan saat ini ada 8 orang peserta magang yang terdiri dari  2 orang perempuan dan 6 orang laki-laki termasuk Fuji. Semua peserta sepakat bahwa kegiatan magang di Koperasi Tani Mandiri Sejahtera sangat membuka mata hati dan pikiran mereka. Pergaulan dengan sesama peserta magang juga menjadi kekayaan batin tersendiri bagi mereka terutama kekaguman pada kegigihan dan semangat Fuji yang membuncah menjadi penyemangat tersendiri bagi mereka. Mereka pun  sepakat akan mempraktekan ilmu yang didapat dan tetap berjejaring dengan semua peserta magang.

Tentang Fuji? dengan mantap Iqbal siap mendampingi dan membimbingnya. Karena bagi Iqbal tidak ada yang mustahil bagi orang-orang yang mau berusaha tak pandang kelebihan dan kekurangannya. “Sektor pertanian merupakan sektor yang menjanjikan dan sektor pertanian sangat terbuka bagi siapa saja yang mau berusaha. Ayo kita maju bersama disektor pertanian ajak Iqbal didepan 8 peserta magang.

Inovatif, inklusif dan kolaboratif itu ternyata terwujud dengan mudahnya ketika semua pihak mau membuka hati dan saling belajar bahwa tidak ada kesempurnaan yang sejati, yang ada adalah bagaimana mewujudkan kebersamaan yang saling menghormati.(Heira Hardiyanti/ Konsultan GESI YESS Programme).

#SobatYESS Share Yuk!
Footer